Jumat, 17 Oktober 2014

SOFTSKILL ETIKA BISNIS

PENGARUH ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA ORGANISASI
(Penelitian Pada Pegawai PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Cianjur)


            Masalah yang menjadi kajian pada penelitian ini adalah mengenai kinerja organisasi. Variabel yang mempengaruhi kinerja organisasi dalam penelitian ini adalah etika bisnis dan tanggung jawab sosial perusahaan. Berdasarkan hal tersebut, analisis dalam penelitian ini mengungkap “apakah terdapat pengaruh antara etika bisnis dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap kinerja organisasi “. Metode penelitian yang digunakan adalah Explanatory Survey, dengan teknik pengumpulan data kuesioner skala lima kategori Likert. Sumber data diperoleh dari populasi pegawai PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Cianjur. Teknik pengolahan data yang digunakan adalah regresi. Teknik ini digunakan untuk mengukur pengaruh yang disebabkan variabel bebas terhadap variabel terikat. Variabel etika bisnis diukur melalui indikator otonomi, keadilan, kejujuran, saling menguntungkan, dan integritas moral, dan variabel tanggung jawab sosial perusahaan diukur melalui indikator market actions, mandated actions, dan voluntary actions. Kedua variabel bebas tersebut diukur berdasarkan persepsi pegawai. Adapun variabel kinerja organisasi diukur melalui indikator perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran yang diukur berdasarkan kondisi riil tingkat kinerja organisasi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Cianjur.
            Hasil penelitian secara deskriptif menunjukkan bahwa etika bisnis PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Cianjur berada pada kategori tinggi sedangkan untuk tanggung jawab sosial perusahaan dan tingkat kinerja organisasi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Cianjur berada pada kategori cukup. Oleh karena itu, penelitian ini dapat memberikan manfaat berupa perbaikan kinerja organisasi di PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Cianjur untuk selanjutnya dijadikan dasar dalam menganalisis tingkat kinerja organisasinya.
                Kesimpulannya adalah terdapat pengaruh yang positif antara etika bisnis dan tanggung jawab social perusahaan,  suatu etika bisnis terhadap kinerja organisasi didalam perusahaan itu sangat penting, karena jika perusahaan itu tidak memiliki pegawai yang jujur maka perusahaan itu akan dipercaya oleh masyarakat atau konsumen, maka dari itu etika bisnis harus diterapkan  agar perusahaan tersebut mempunyai nilai moral yang tinggi .





ETIKA BISNIS DALAM MOBILE MARKETING
( Studi Deskriptif Kualitatif pada Jualan Branded Group dan
Apriliza Shop )

Oleh: Bob Sefias Reagan, Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Malang 2014.

            Etika bisnis adalah seni dan disiplin dalam menerapkan prinsip-prinsip etika untuk mengkaji dan memecahkan masalah-masalah moral yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mengidentifikasikan, dan menganalisis penerapan etika bisnis dalam Mobile Marketing yang dilakukan oleh reseller fashion melalui Blackberry Messenger (BBM).
            Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan focus penelitian mengamati etika bisnis ditinjau dari sudut pandang reseller bisnis dan konsumen reseller fashion dalam group BBM serta menemukan model etika bisnis dalam mobile marketing . Informan dalam penelitian ini adalah Jualan Branded Groub dan Apriliza Shop sebagai reseller fashion. Sedangkan untuk analisis data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi.
            Hasil penelitian menunjukkan bahwa bisnis reseller fashion juga memerlukan etika bisnis. Etika bisnis menjadi semakin penting ketika kegiatan bisnis dilakukan secara online karena transaksi berlangsung secara tidak tatap muka, seperti bisnis reseller fasion adalah kejujuran, tanggung jawab, bersaing secara sehat, responsif, ramah, peduli dengan pelanggan, dedikasi yang tinggi. Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa reseller fashion percaya dengan menerapkan etika bisnis dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan loyalitas dari konsumen. Dan adanya peningkatan penjualan seiring dengan meningkatnya kepercayaan konsumen dan loyalitas konsumen terhadap reseller fashion.
                Berdasarkan hasil analisis etika bisnis dalam tinjauan etika praktis yang diterapkan reseller fashion dalam mobile marketing media BBM yang telah dilakukan disimpulkan sebagai berikut:
1. Berdasarkan hasil analisis atas pandangan reseller fashion dan konsumen, mengenai penerapan etika bisnis dalam reseller fashion ditemukan bahwa:
                a. Seperti halnya kegiatan usaha lainnya, bisnis reseller fashion juga memerlukan etika bisnis. Etika bisnis menjadi semakin penting ketika kegiatan bisnis dilakukan secara online, seperti bisnis reseller fashion dalam mobile marketing. Hal ini karena bisnis online memerlukan tingkat kepercayaan yang tinggi, karena konsumen tidak berhadapan langsung (tatap muka) dalam melakukan transaksi penjualan.
            b. Reseller fashion percaya dengan menerapkan etika bisnis dapat meningkatkan kepercayaan konsumen. Dan adanya peningkatan penjualan seiring dengan meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap reseller fashion.
            c. Baik Apriliza shop maupun Jualan branded group telah menerapkan etika bisnis dalam kegiatan usahanya sebagai reseller fashion melalui mobile marketing.
                d. Prinsip atau nilai-nilai etika bisnis yang dilakukan reseller fashion
adalah:
 1) Kejujuran, yang tercermin dalam pemberian informasi tentang produk sesuai dengan kondisi foto.
2) Tanggung Jawab, yang tercermin dalam dengan menepati janji, dan memberitahu ketika terjadi perubahan. Mengirimkan produk sesuai transaksi yang dilakukan sampai ke tangan konsumen, dan sebisa mungkin menyelesaikan komplain yang ada.
3) Bersaing secara sehat, yang tercermin dalam menghargai pesaing, menjaga hubungan baik dengan para kompetiter selama masih dalam batas-batas etika dalam bisnis.
4) Ramah, tercermin dalam tindakan melakukan interaksi dengan konsumen, dan ramah dalam
menanggapi setiap pertanyaan konsumen terkait dengan produk yang dijual
5) Responsif, tercermin dalam penyediaan waktu untuk konsumen, menjawab setiap keingintahuan konsumen atas suatu produk yang dipromosikan dengan keramahan.
6) Peduli dengan Pelanggan, yang tercermin dalam tidak adanya pemaksaan terhadap pembelian suatu produk, Penangan pesanan maupun complain diterima secara wellcome
7) Dedikasi yang Tinggi, yang tercermin dalam penjualan produk yang berkualitas dan pelayanan yang baik dan harga yang terjangkau.




ANALISIS UKURAN PERUSAHAAN, PENERAPAN ETIKA BISNIS dan PRAKTIK “CORPORATE GOVERNANCE” terhadap PENERAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN
(Studi Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)

Oleh : Prasetyo, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Trunojoyo Madura

                Masalah etika bisnis dan akuntabilitas bisnis makin mendapat perhatian masyarakat dibeberapa Negara maju, yang biasanya sangat liberal dalam menghadapi perusahaan mulai terdengar suara bahwa karena “self-regulation” terlihat gagal, maka diperlukan peraturan baru yang akan memberikan “higher standars for corporate practice” dan “tougher penalities for executive misconduct”.   Corporate Governance dapat diartikan sebagai interaksi antara struktur dan mekanisme yang menjamin adanya control dan accountability, namun tetap mendorong efisiensi dan kinerja perusahaan. Mencuatnya konsep corporate governance di Indonesia merupakan reaksi atas perilaku para pengelola perusahaan yang tidak memperhitungkan stakeholdernya. Hal ini terungkap dengan jelas ketika krisis menimpa negeri ini, sehingga banyak perusahaan yang merugi bahkan ditutup.
            Berdasarkan latar belakang penelitian diatas, maka penelitian ini adalah “seberapa besar pengaruh ukuran, penerapan etika bisnis dan praktik corporate governance terhadap penerapan tanggung jawab social perusahaan secara simultan dan parsia”l.
            Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa secara simultan atau bersama-sama ukuran perusahaan, penerapan etika bisnis dan praktik corporate governance berpengaruh signifikan terhadap penerapan tanggung jawab social. Besarnya pengaruh ukuran perusahaan, penerapan etika bisnis dan praktik corporate governance terhadap penerapan tanggung jawab social perusahaan adalah sebesar 30,5%, sedangkan besarnya nilai variable lain yang tidak diteliti 83,3%.
-          Pengaruh ukuran perusahaan terhadap penerapan tanggung jawab social perusahaan.
            Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penerapan tanggung jawab social perusahaan. Berdasarkan koefisien jalur yang bertanda positif menunjukkan bahwa semakin besar ukuran perusahaan, maka pelaksanaan penerapan tanggung jawab social perusahaan semakin baik. Pada umumnya perusahaan yang besar mengungkapkan lebih banyak informasi dibandingkan dengan perusahaan kecil. Perusahaan besar pada umunya mempunyai jenis produk yang banyak, system informasi yang canggih, serta struktur kepemilikan yang lengkap, sehingga memungkinkan dan membutuhkan tingkat pengungkapan secara luas.

-          Pengaruh penerapan etika bisnis terhadap penerapan tanggung jawab social perusahaan.
            Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa penerapan etika bisnis berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerapan tanggung jawab social perusahaan. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin baik penerapan etika bisnis, maka pelaksanaan tanggung jawab social perusahaan semakin baik. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yangdilakukan oleh Hackston, Milne dan Anggraini. Pada umunya perusahaan yang besar akan mengungkapkan informasi yang lebih banyak daripada perusahaan kecil. Hal ini untuk mengurangi biaya keagenan yang seharusnya dikeluarkan. Selain itu, perusahaan-perusahaan ini memiliki jumlah aktiva yang besar, penjualan yang besar, system informasi yang canggih, jenis produk yang banyak, serta skill karyawan yang baik, sehingga memungkinkan dan membutuhkan tingkat pengungkapan secara luas yang dilakukan dengan prosedur dan standar yang berlaku.

-          Pengaruh praktik corporate governance terhadap penerapan tanggung jawab social perusahaan.
            Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa praktik corporate governance berpengaruh positif dan signifikan terhadap tanggung jawab social perusahaan. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin baik penerapan etika bisnis, maka pelaksanaan tanggung jawab social perusahaan semakin besar. Gosling dan Voucht mengatakan bahwa CSR dapat dipandang sebagai kewajiban dunia bisnis untuk menjadi akuntabel terhadap seluruh stakeholder, bukan hanya terhadap salah satu stakeholder saja. Jika perusahaan tidak memberikan akuntanbilitas kepada seluruh stakeholder yang meliputi karyawan, pelanggan, komunitas, lingkungan local/global, pada akhirnya perusahaan tersebut akan dinilai buruk dan tidak akan mendapatkan dukungan dari masyarakat . ini mengisyaratkan dalam kaidah Good Corporate Governance tampaknya juga memberikan perhatian khusus terhadap social masyarakat.
            Adapun kesimpulan penelitian ini adalah :
1.      Ukuran perusahaan, penerapan etika bisnis dan praktik corporate governance secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerapan tanggung jawab social perusahaan.
2.      Penerapan etika bisnis dan praktik corporate governance secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerapan tanggung jawab social perusahaan, sedangkan ukuran perusahaan secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhdap penerapan tanggung jawab social perusahaan.