Nama : Rianti Mandasari
NPM : 16211105
Kelas : 3EA05
TUGAS 2
MANAJEMEN
Ilmu manajemen
sebetulnya sama usianya dengan kehidupan manusia. Mengapa demikian ? Karena
pada dasarnya manusia dalam kehidupan sehari-harinya tidak bisa terlepas dari
prinsip-prinsip manajemen. Timbul suatu pertanyaan “Siapa sajakah yang sebenarnya
memakai manajemen? Apakah hanya digunakan diperusahaan saja atau apakah hanya
di pemerintahan saja. Manajemen diperlukan dalam segala bidang, bentuk dan
organisasi serta tipe kegiatan, dimana orang-orang saling bekerja sama untuk
mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.
Pengertian manajemen dapat dilihat
dari tiga pengertian :
1.
Manajemen sebagai suatu proses
Yaitu,
melihat bagaimana cara orang untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan
terlebih dahulu.
2.
Manajemen sebagai suatu kolektivitas manusia
Yaitu,
suatu kumpulan dari orang-orang yang bekerja sama utuk mencapai tujuan yang
sama.
3.
Manajemen sebagai ilmu dan seni
Yaitu,
melihat bagaimana aktivitas manajemen dihubungkan dengan prinsip-prinsip dari
manajemen.
Tingkatan
dalam organisasi manajemen dibagi menjadi tiga golongan yang berbeda, yaitu:
a.
Manajemen lini
b.
Manajemen menengah
c.
Manajemen puncak
Perkembangan
teoeri manajemen sampai saat ini telah berkembang pesat sesuai dengan zaman
sekarang. Tapi sampai detik ini belum ada teori kumpulan-kumpulan hukum bagi
manajemen yang dapat diterapkan dalam kondisi dan situasi apapun.
FUNGSI
MANAJEMEN
Fungsi manajemen adalah
elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen
yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk
mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang
industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20 .Ketika itu, ia
menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah,
mengordinasi, dan mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah
diringkas menjadi tiga, yaitu:
1. Perencanaan
(planning) adalah memikirkan apa yang akan
dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan
tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan
itu. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena
tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.
2. Pengorganisasian
(organizing) dilakukan dengan tujuan membagi
suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil.
Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan
orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas yang telah dibagi-bagi tersebut.
Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus
dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut
dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, dan pada
tingkatan mana keputusan harus diambil.
3. Pengarahan
(directing) adalah suatu tindakan untuk
mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai
dengan perencanaan manajerial dan usaha.
PRINSIP
MANAJEMEN
Prinsip-prinsip dalam manajemen
bersifat lentur dalam arti bahwa perlu dipertimbangkan sesuai dengan
kondisi-kondisi khusus dan situasi-situasi yang berubah.
Menurut Henry Fayol, seorang
pencetus teori manajemen yang berasal dari Perancis, prinsip-prinsip umum
manajemen ini terdiri dari:
1.
Pembagian kerja (division of work)
2.
Wewenang dan tanggung jawab (authority
and responsibility)
3.
Disiplin (discipline)
4.
Kesatuan perintah (unity of command)
5.
Kesatuan pengarahan (unity of
direction)
6.
Mengutamakan kepentingan organisasi di
atas kepentingan sendiri (subordination of individual interests to the
general interests)
7.
Pembayaran upah yang adil (remuneration)
8.
Pemusatan (centralisation)
9.
Hirarki (hierarchy)
10.
Tata tertib (order)
11.
Keadilan (equity)
12.
Stabilitas kondisi karyawan (stability
of tenure of personnel)
13.
Inisiatif (Inisiative)
14.
Semangat kesatuan (esprits de corps)
MANAJEMENT BY OBJECTIVE (MBO)
Pertama kali diperkenalkanoleh Peter
Drucker dalam bukunya The Practice of Management pada tahun 1954. Management by
objective menekankan pada pentingnya peranan tujuan dalam perencanaan yang
efektif, dengan menetapkan prosedur pencapaian baik yang formal maupun
informal.
Kegiatan management by objective
yaitu proses yang melibatkan bawahan dan para manajer dalam setiap tingkatan
organisasi yang dirumuskan dalam bentuk misi atau sasaran, yang dapat diukur
dimana penggunaan ukuran ini sebagai pedoman bagi pengoperasian satuan kerja.
MACAM-MACAM
KEPUTUSAN MANAJEMEN
Oleh
Herbert Simon secara umun membedakan antara dua jenis keputusan, yaitu :
1.
Keputusan yang terprogram.
Adalah keputusan
yang terstruktur atau yang mubcul berulang-ulang. Misalnya dalam memutuskan
jumlah bahan bak yang harus tersedia digudang dan tidak bisa terlepas dari
prose perhitungan yang biasa digunakan.
2.
Keputusan yang tidak terprogram
Keputusan yang
tidak terprogram apabila keputusan baru pertama kali muncul dan tidak tersusun.
Keptusan semacam iu memerlukan penanganan khusus, untuk memebcahkan masalah,
karena belum ada pedoman khusus dalam menangani masalah tersebut.
PERAN-PERAN
MANAJEMEN
Setiap perusahaan memiliki manajemen
yang memegang peranan penting untuk menentukan keberhasilan dalam mencapai
tujuan yang telah ditetapkan untuk diwujudkan bersama. Manajemen yang baik
haruslah berperan sesuai dengan situasi dan kondisi pada perusahaan atau organisasi.
Manajemen yang tidak bisa menjalankan peran sesuai tuntutan perusahaan dapat
membawa kegagalan.
Berikut ini
adalah peranan manajemen yang harus diperankan para Manajer :
1.
Peran Interpersonal
Yaitu hubungan
antara manajer dengan orang yanga ada disekelilingnya, seperti:
-
pemimpin symbol
-
pemimpin
-
penghubung
2.
peran informasi
adalah peran
dalam mengatur informasi yang dimiliki baik yang berasal dari dalam maupun luar
organisasi, seperti:
-
pemantau
-
penyebar
-
juru bicara
3.
peran pengambil keputusan
adalah peran
dalam membuat keputusan baik yang ditentukan sendiri mauun yang dihasilkan
bersama pihak lain, seperti:
-
kewirausahaan
-
penyelesai permasalahan
-
pengalokasian sumber daya
-
negosiator
MANAJEMEN PEMASARAN
Manajemen Pemasaran adalah
salah satu kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk
mempertahankan kelangsungan perusahaannya, untuk berkembang, dan untuk
mendapatkan laba. Proses pemasaran itu dimulai
jauh sejak sebelum barang-barang diproduksi dan tidak berakhir dengan penjualan. Kegiatan pemasaran perusahaan harus juga memberikan kepuasan kepada konsumen jika
menginginkan usahanya berjalan terus, atau konsumen mempunyai pandangan yang
lebih baik terhadap perusahaan (Dharmmesta & Handoko, 1982).
Secara definisi, Manajemen
Pemasaran adalah penganalisaan,
perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang bertujuan
menimbulkan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai
tujuan perusahaan (Kotler,
1980).
Perusahaan yang
sudah mulai mengenal bahwa pemasaran merupakan faktor penting untuk mencapai
sukses usahanya, akan mengetahui adanya cara dan falsafah baru yang terlibat di
dalamnya. Cara dan falsafah baru ini disebut "Konsep Pemasaran".
KONSEP PEMASARAN
Sebagai falsafah bisnis
konsep pemasaran bertujuan
memberikan kepuasan terhadap keinginan dan berorientasi kepada kebutuhan
konsumen. Hal ini secara asasi berbeda dengan falsafah bisnis terdahulu yang berorientasi pada produk, dan penjualan.
Secara definitif
dapatlah dikatakan bahwa: Konsep Pemasaran adalah
sebuah falsafah
bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat
ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan (Stanton,
1978).
Tiga unsur konsep
pemasaran:
1.
Orientasi pada konsumen
2.
Penyusunan kegiatan pemasaran secara integral
3.
Kepuasan Konsumen
SUMBER :
1.
Pengantar manajemen umum(STIE), MOHAMMAD
ABDUL MUKHYI. Diterbitkan pertama kali oleh Gunadarma.