Sabtu, 05 Oktober 2013


Nama : Rianti Mandasari
NPM  : 16211105
Kelas  : 3EA05
TUGAS 2 
MANAJEMEN

          Ilmu manajemen sebetulnya sama usianya dengan kehidupan manusia. Mengapa demikian ? Karena pada dasarnya manusia dalam kehidupan sehari-harinya tidak bisa terlepas dari prinsip-prinsip manajemen. Timbul suatu pertanyaan “Siapa sajakah yang sebenarnya memakai manajemen? Apakah hanya digunakan diperusahaan saja atau apakah hanya di pemerintahan saja. Manajemen diperlukan dalam segala bidang, bentuk dan organisasi serta tipe kegiatan, dimana orang-orang saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.
            Pengertian manajemen dapat dilihat dari tiga pengertian :
1.      Manajemen sebagai suatu proses
Yaitu, melihat bagaimana cara orang untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.
2.      Manajemen sebagai suatu kolektivitas manusia
Yaitu, suatu kumpulan dari orang-orang yang bekerja sama utuk mencapai tujuan yang sama.
3.      Manajemen sebagai ilmu dan seni
Yaitu, melihat bagaimana aktivitas manajemen dihubungkan dengan prinsip-prinsip dari manajemen.

Tingkatan dalam organisasi manajemen dibagi menjadi tiga golongan yang berbeda, yaitu:
a.       Manajemen lini
b.      Manajemen menengah
c.       Manajemen puncak
Perkembangan teoeri manajemen sampai saat ini telah berkembang pesat sesuai dengan zaman sekarang. Tapi sampai detik ini belum ada teori kumpulan-kumpulan hukum bagi manajemen yang dapat diterapkan dalam kondisi dan situasi apapun.


FUNGSI MANAJEMEN

            Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20 .Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi tiga, yaitu:

1.      Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.

2.      Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, dan pada tingkatan mana keputusan harus diambil.

3.      Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha.

PRINSIP MANAJEMEN

            Prinsip-prinsip dalam manajemen bersifat lentur dalam arti bahwa perlu dipertimbangkan sesuai dengan kondisi-kondisi khusus dan situasi-situasi yang berubah. Menurut Henry  Fayol, seorang pencetus teori manajemen yang berasal dari Perancis, prinsip-prinsip umum manajemen ini terdiri dari:
1.      Pembagian kerja (division of work)
2.      Wewenang dan tanggung jawab (authority and responsibility)
3.      Disiplin (discipline)
4.      Kesatuan perintah (unity of command)
5.      Kesatuan pengarahan (unity of direction)
6.      Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri (subordination of individual interests to the general interests)
7.      Pembayaran upah yang adil (remuneration)
8.      Pemusatan (centralisation)
9.      Hirarki (hierarchy)
10.  Tata tertib (order)
11.  Keadilan (equity)
12.  Stabilitas kondisi karyawan (stability of tenure of personnel)
13.  Inisiatif (Inisiative)
14.  Semangat kesatuan (esprits de corps)

MANAJEMENT BY OBJECTIVE (MBO)

            Pertama kali diperkenalkanoleh Peter Drucker dalam bukunya The Practice of Management pada tahun 1954. Management by objective menekankan pada pentingnya peranan tujuan dalam perencanaan yang efektif, dengan menetapkan prosedur pencapaian baik yang formal maupun informal.
            Kegiatan management by objective yaitu proses yang melibatkan bawahan dan para manajer dalam setiap tingkatan organisasi yang dirumuskan dalam bentuk misi atau sasaran, yang dapat diukur dimana penggunaan ukuran ini sebagai pedoman bagi pengoperasian satuan kerja.


MACAM-MACAM KEPUTUSAN MANAJEMEN
            Oleh Herbert Simon secara umun membedakan antara dua jenis keputusan, yaitu :
1.      Keputusan yang terprogram.
Adalah keputusan yang terstruktur atau yang mubcul berulang-ulang. Misalnya dalam memutuskan jumlah bahan bak yang harus tersedia digudang dan tidak bisa terlepas dari prose perhitungan yang biasa digunakan.
2.      Keputusan yang tidak terprogram
Keputusan yang tidak terprogram apabila keputusan baru pertama kali muncul dan tidak tersusun. Keptusan semacam iu memerlukan penanganan khusus, untuk memebcahkan masalah, karena belum ada pedoman khusus dalam menangani masalah tersebut.

PERAN-PERAN MANAJEMEN

            Setiap perusahaan memiliki manajemen yang memegang peranan penting untuk menentukan keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan untuk diwujudkan bersama. Manajemen yang baik haruslah berperan sesuai dengan situasi dan kondisi pada perusahaan atau organisasi. Manajemen yang tidak bisa menjalankan peran sesuai tuntutan perusahaan dapat membawa kegagalan.
Berikut ini adalah peranan manajemen yang harus diperankan para Manajer :
1.      Peran Interpersonal
Yaitu hubungan antara manajer dengan orang yanga ada disekelilingnya, seperti:
-          pemimpin symbol
-          pemimpin
-          penghubung

2.      peran informasi
adalah peran dalam mengatur informasi yang dimiliki baik yang berasal dari dalam maupun luar organisasi, seperti:
-          pemantau
-          penyebar
-          juru bicara

3.      peran pengambil keputusan
adalah peran dalam membuat keputusan baik yang ditentukan sendiri mauun yang dihasilkan bersama pihak lain, seperti:
-          kewirausahaan
-          penyelesai permasalahan
-          pengalokasian sumber daya
-          negosiator

MANAJEMEN PEMASARAN

            Manajemen Pemasaran adalah salah satu kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan perusahaannya, untuk berkembang, dan untuk mendapatkan laba. Proses pemasaran itu dimulai jauh sejak sebelum barang-barang diproduksi dan tidak berakhir dengan penjualan. Kegiatan pemasaran perusahaan harus juga memberikan kepuasan kepada konsumen jika menginginkan usahanya berjalan terus, atau konsumen mempunyai pandangan yang lebih baik terhadap perusahaan (Dharmmesta & Handoko, 1982).
            Secara definisi, Manajemen Pemasaran adalah penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang bertujuan menimbulkan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan (Kotler, 1980).

Perusahaan yang sudah mulai mengenal bahwa pemasaran merupakan faktor penting untuk mencapai sukses usahanya, akan mengetahui adanya cara dan falsafah baru yang terlibat di dalamnya. Cara dan falsafah baru ini disebut "Konsep Pemasaran".

KONSEP PEMASARAN

            Sebagai falsafah bisnis  konsep pemasaran bertujuan memberikan kepuasan terhadap keinginan dan berorientasi kepada kebutuhan konsumen. Hal ini secara asasi berbeda dengan falsafah bisnis terdahulu yang berorientasi pada produk, dan penjualan.
            Secara definitif dapatlah dikatakan bahwa: Konsep Pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan (Stanton, 1978).

Tiga unsur konsep pemasaran:
1.      Orientasi pada konsumen
2.      Penyusunan kegiatan pemasaran secara integral
3.      Kepuasan Konsumen

SUMBER :
1.      Pengantar manajemen umum(STIE), MOHAMMAD ABDUL MUKHYI. Diterbitkan pertama kali oleh Gunadarma.
2.       http://id.wikipedia.org